bukti kebenaran Al-Qur'an
Rasulullah SAW bersabda:"Siapa yang membaca Al-Quran, mempelajarinya dan
mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat,
cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua
jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya
bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: "karena kalian
berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al- Quran".
Hadits diriwayatkan oleh Al Hakim dan ia menilanya sahih berdasarkan
syarat Muslim (1/568), dandisetujui oleh Adz Dzahabi. Hadits ini juga
diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (21872) dan AdDarimi dalam
Sunannya (3257)
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya
malam dan siang ada tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu
orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau
berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi
seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan
sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka''
(Ali 'Imran: 190-191).
Rasullullah berkata: "Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang
membaca ini dan tidak memikir dan merenungkan kandungan artinya"
"Maka mengapakah mereka tidak mau mentadabburi al-Qur'an? Apakah karena hati mereka terkunci mati?" (QS 47:24)
"Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.".(Al-Israa':82)
"Dan apabila dibacakan Al quran, maka dengarkanlah baik-baik,
dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat
".(QS. 7:204)
Dari Umar bin al Khatthab ra, (Riwayat Muslim). bahwa Nabi Muhammad saw.bersabda
"Sesungguhnya Allah mengangkat (martabat) sebagianorang dan merendahkan sebagian lainnya dengan sebab Al Qur'an."
Bukhari meriwayatkan dalam kitab sahihnya dari Utsman r.a. bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda:
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya".
Seorang guru besar/ahli bedah kenamaan Prancis,Prof.Dr.Maurice
Bucaille, masuk islam secara diam-diam. Sebelumnya, ia membaca dalam
Al-Quran, bahwa Fir'aun itu mati karena tenggelam di laut(dengan shock
yang berat) dan jasadnya oleh Allah di selamatkan(Yunus:92). Dicarinya
mumi Fir'aun itu;dan setelah ketemu, dilakukannya bedah mayat. Hasilnya
membuat terheran-heran, karena sel-sel syaraf Fir'aun menunjukkan
bahwa kematiannya benar akibat tenggelam di laut dengan shock yang
hebat. Menemukan bukti ini, ia yakin kalau Al-Qur'an itu wahyu Allah.
Prof.Dr.Maurice Bucaille mengatakan bahwa semua ayat-ayat Al-Qur'an
masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Ia pun lantas masuk islam.
Lain lagi halnya yang dialami oleh Jacques Yves Costeau. Ia adalah
seorang ahli kelautan(oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari
Perancis. Mr.Costeau sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar
samudera di seantero dunia, dan membuat film dokumenter tentang
keindahan alam bawah laut untuk ditonton jutaan pemirsa di seluruh
dunia melalui acara "Discovery".
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, ia
menemukan fenomena yang sangat ganjil, yaitu adanya air tawar di tengah
lautan yang tidak bercampur dengan air laut seolah-olah ada dinding
atau membran yang membatasi keduanya. Apa yang disaksikannya ini
benar-benar kejutan besar selama kariernya yang panjang di kelautan.
Bagaimana mungkin hal ini dapat terjadi ?
Pertanyaan ini menghantui hidupnya, sampai akhirnya ia bertemu seorang
profesor yang kebetulan Muslim. Profesor yang Muslim ini menyampaikan
kepadanya bahwa fenomena ganjil tersebut sebenarnya sudah
diinformasikan oleh Al-Qur'an empat belas abad yang lalu, yaitu pada
surat Al-Furqan ayat 53 ; "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir
(berdampingan) yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi
pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang
menghalangi" serta pada surat Ar-Rahman ayat 19-20. Mendengar hal ini
Mr.Costeau terkejut, bagaimana mungkin Muhammad yang hidup di abad
ketujuh, yaitu di suatu zaman dimana pasti belum ada peralatan selam
yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh di kedalaman samudera ,
mengetahui akan hal ini, ia pun akhirnya berkesimpulan, bahwa Al-Qur'an
mustahil buatan Muhammad, pastilah Al-Qur'an itu buatan Tuhan yang
menciptakan langit dan bumi ini ! Dan akhirnya ia pun memutuskan
menjadi seorang Muslim.
Ir.RHA.Syahirul Alim Msc dalam bukunya "Menuju Persaksian", menjelaskan
tentang beberapa penemuan ilmu pengetahuan yang menakjubkan, yang
sebenarnya telah disiratkan dalam Al-Qur'an; yaitu antara lain :
KEADAAN BAGIAN DALAM BUMI.
Bumi yang kita tempati ini, adalah suatu planet yang kurang lebih
berbentuk bola raksasa. Bagian luar dari bola bumi yang berupa tanah
dan batuan mempunyai rapat kira-kira 3 gram/cc. Makin jauh ke dalam
bumi ternyata makin besar rapaynya dan makin tinggi pula temperaturnya.
Pada kira-kira 50 km dari permukaan bumi maka temperaturnya mencapai
kira-kira 1500 derajat Celcius, dan rapatnya kira-kira 3,5 gram/cc.
Pada jarak kira-kira 3000 km ke dalam bumi rapatnya akan mencapai nilai
9,7 gram/cc dan suhunya kira-kira 5000 derajat Celcius. Bagian ini
disebut teras bumi. Di pusat bumi rapatnya akan naik lagi sehingga
mencapai kira-kira 13 gram/cc dan suhunya ditaksir kira-kira 7000
derajat Celcius. Bagaimana halnya jika pada suatu ketika bumi
berkesempatan memuntahkan isinya yang berat dan panas itu ?
Ia akan mengejutkan seluruh umat manusia, dan akan mengakibatkan
kehancuran serta kemusnahan semua kehidupan di muka bumi. Dan ini
berarti hari akhir bagi semua umat manusia. Allah memberitahukan
peristiwa yang akan terjadi pada hari kiamat itu;
"Jika bumi di goncangkan dengan sehebat-hebatnya dan bumi mengeluarkan isi-isinya yang berat"
Al-Zalzalah(99):1-2
"Dan jika bumi diulurkan (dikembangkan) dan bumi memuntahkan isi-isinya dan kosonglah ia"
Al-Insyiqaaq(84):3-4
Firman-firman di atas sesuai sekali dengan apa yang telah di ketahui
oleh manusia sekarang ini tentang isi (bagian dalam) bumi, seperti
diterangkan di atas.
PASANG-PASANGAN DALAM BUMI.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal adanya pasang-pasangan. Jantan dan betina, siang dan malam, dan lain-lain.
Pasang-pasangan seperti itu bersifat saling melengkapi dan
mengakibatkan timbulnya keharmonisan dalam alam ini. Dalam menyelidikan
manusia tentang zarah elementer yang merupakan batu penyusun dari
benda-benda, ternyata juga dijumpai adanya pasang-pasangan. Menurut
fisika atom atau fisika inti, telah diketemukan pasang-pasangan yang
sangat menggemparkan para ahli, seperti elektron dan positron, proton
dan anti proton, neutron dan anti neutron dan berbagai-bagai zarah dan
anti zarah lainnya. Dengan demikian terbukalah kemungkinan adanya anti
materi di samping materi yang biasa, atau adanya anti atom disamping
atom-atom yang biasa.
Kesemuanya itu menguatkan (membenarkan) apa yang telah difirmankan dalam Al-Qur'an;
Maha suci Tuhan yang telah menjadikan semua pasang-pasangan dari yang
ditumbuhkan bumi, dan dari diri mereka sendiri serta dari hal-hal yang
tidak mereka ketahui. Yaasiin (36):36
Lebih tegas lagi Allah berfirman:
Dan dari segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, mudah-mudahan kamu ingat. Adz-Dzaariyaat(51):49.
WAKTU ADALAH RELATIF.
Pada tahun 1905 seorang sarjana fisika, Albert Einstein, telah
mengejutkan sarjana-sarjana fisika lainnya di seluruh dunia dengan
sebuah teori relativitas. Teori ini merupakan pemecahan terhadap
berbagai-bagai persoalan penting yang dihadapi ahli fisika dalam abad
20 ini. Dengan teori ini orang mengetahui tentang kesetaraan massa dan
tenaga, yang merupakan dasar dalam perhitungan tenaga nuklir; dan juga
orang mengetahui bahwa besarnya massa, ukuran panjang, dan waktu adalah
relatif, tergantung pada kecepatan sistemnya. Pengaruh kecepatan ini
akan sangat terasa sekali bila sangat tinggi mendekati kecepatan cahaya.
Menurut teori relativitas, kecepatan cahaya dalam hampa (300.000 km
per detik) adalah kecepatan maksimum yang tak dapat dilampaui oleh
materi. Massa suatu benda akan bertambah besar bila kecepatan makin
tinggi, sedangkan ukuran panjangnya akan menyusut, dan waktu akan
bertambah lambat.
Jadi, satu jam bagi sistem yang bergerak sangat cepat terhadap kita,
mungkin sama dengan satu hari, atau satu bulan, atau pun satu tahun
menurut ukuran kita. Relativitas seperti itu sesuai dan dapat
dipahamkan dengan firman Allah sebagai berikut ;
Tuhan menyelenggarakan urusan dari langit ke bumi, kemudian urusan itu
naik kepada Nya dalam sehari yang ukurannya seribu tahun menurut
perhitunganmu. As-Sajdah (32);5 Dan,
Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. Al-Hajj(22);47.
Prof.Dr.M.Quraish Shihab dalam bukunya "Mukjizat Al-Qur'an" memaparkan antara lain hal-hal sebagai berikut :
GUNUNG BERJALAN.
Dalam Al-Qur'an surat An-Naml ayat 88 Allah berfirman :
Kamu lihat gunung-gunung, kamu sangka ia tetap di tempatnya, padahal ia
berjalan sebagaimana jalannya awan. Begitulah perbuatan Allah, yang
membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu. Sesungguhnya Allah mengetahui
apa yang kamu kerjakan.
Dari hasil rekaman satelit diperoleh bukti bahwa Jazirah Arab beserta
gunung-gunungnya bergerak mendekati Iran beberapa sentimeter setiap
tahunnya(!). Sebelumnya sekitar lima juta tahun yang lalu, Jazirah Arab
bergerak memisahkan diri dari Afrika dan membentuk Laut Merah. Sekitar
daerah Somalia sepanjang pantai timur ke selatan saat ini berada
proses pemisahan yang lamban dan telah membentuk "Lembah Belah" yang
membujur ke selatan melalui deretan danau Afrika.