EKONOMI INTERNASIONAL
GLOBALISASI__ REVOLUSI STRUKTURAL DALAM EKONOMI DUNIA
Globalisasi ekonomi adalah proses penciptaan pasar dan produk diberbagai negara menjadi terus-menerus bergantung satu sama lain sebagai akibat dari dinamika perdangangan barang dan jasa,gerakan kapital dan teknogi .globalisasi ekonomi selalu mengiringi dengan globalisasi teknologi .tetapi pernyataan kita adalah: bagaimana kita menilai proses integrasi ekonomi dan teknilogi yang terus-menerus di bumi ini.yang berjangkauan luas dan cepat,bukan dari perspektif ekonomi tentang strategi pemasaran,posisi serikat buruh atau kepentingan nasional,teteapi dari seluruh perspektif masyarakat dan akhirnya dari perspektif teknologi ?
Ketakterhindaran globalisasi
globalisa bukanlah konpirasi antara amerika,jepang atau beberapa kekuatan lainnya.tetapi lebih sebagai hasil perkembangan ekonomi dan teknologi ekonomi modern,sebagai hasil dari penemuan cara baru berdangan di abad ke- 16 pembagian kerja telah dimulai pada zaman industrialisasi abad ke ke-18.tetapi globalisasiekonomidan perdangangan baru dimulai di eropa pada abad ke-19.pada suatu sisi, melalui liberalisasi perdangangan luar negeri bisa dilakukan dengan asas yang menguntungkan negara bangsa (perjanjian cobden inggris-prancis tahun 1860) dan standar emas (sehingga memungkin peraturan moner dan kebijakan keuangan yang seragam )dan disisi lain melalui percepatan ekspor luar biasa melalui kapal uap,kereta api dan telegraf, setelah fase transisi isolasi negara-bangsa akibat perang dunia pertama,globalisasi semakin mapan dalam sistem ekonomi dunia.sistem ini semakin luas secara polisentris lewat transportasi udara,telepon,dan sistekeuangan
modern.setelah terhambat oleh perang dunia ke dua,globalisasi mencapai puncaknya sesaat sebelum pergnatian melenium.
Globalisasi tak dapat diramalkan
Kita mungkin berlebihan dalam memprediksi statistik ekonomi .tetapi saat ini ia tidak dapatlagi di prediksikan dengan tepat,terutama tentang hal-hal yang mungkin ditimbul globalisasi,yang tidak hanya pengaruh utama yang di kehendaki tetapi juga efek samping yang di kehendaki.semakin jauh jarak sebuah ramalan ,semakin beriko ramalan itu .
ramalan yang berkondisi –onal,ramalan ekonomi yang berjangka panjang tentu ‘lebih tepat dibandingkan ramalan cuaca kondisional yang berjangka lebih panjang (jika para ekonomi mau memaafkan saya,karena saya telah melakukan perbandingan yang berani),tetapi ramalan itu bergantung pada stabilitas kondisi sosial yang merupakan kerangkanya dan padaseluruh situasi politik.para ekonom mengatakan pada kita bahwa ekonomi adalah
sebuah proses yang terbuka kegiatan bisnis adalah hasil dari tindakan manusia yang
konstan dan bukan sekedar rencana manusia .
Maka,kita hampir tidak dapat mengeluarkan sepenuhnya kemungkinan bahwa teori ‘ chaos’ memiliki sesuatu untuk dikatakan kepada para ekonom .hal ini telah di tunjukkan oleh ahli metereologi dimana gangguan kecil terhadap sistem,yang mula-mula hampir tak dapat
dilihat,lambat laun mengakibatkan perubahan yang dramatis.salah satu contohnya adalah krisis keuangan dramatis di mexiko pada bulan januari 1995,yang sepenuhnya tak terduga kecuali oleh para pengamat kebijakan mata uang dunia yang kritis.ini dengan mudah telah membawa pada kerisis sistem keuangan dunia secara menyeluruh
Globalisasi dapat dikontrol
Globalisasi bukan fenomena alam sepeti gelombang cuaca yang mendekat,dimana salah
satu pihak merasa tak berdaya.dan karena ‘tangan Tuhan yang tak tampak’pun tak pernah menghilangkan kegagalan manusia,maka kita dapat melihat dengan skeptisisme atas dogma ekonomi ‘tangan kompetisi yang tak tampak ‘ yang masih meluas,yang di anggap akan menghilangkan krisis dunia .bagaimanapun ,para ekonom yang kritis akan setuju bahwa pasar dapat gagal sebagai instumen regulasi ,sehingga ada kebutuhan akan politik dan
aturan yang di timbulkan .
Tentu pemerintah nasional,bank nasional dan komunitas ekonomi seperti komonitas eropa
masih memiliki ruang yang besar untuk melakukan manuver .tetapi jika para spekulan mata
uang internasional yang paling terkenal sekalipun ,yakni george sosros,sekarang menyeruh
kan regulasi pasar intrernasional untuk merintangi spekulasi yang berlebihan yang
mendorong ratusan milyar dollar kesana –kemari dalam sehari ,maka para ekonom juga
harus membuat proposal yang praktis tentang arah dan kontrol pasar yang dikuasai oleh ketamakan dan ketakutan ,dan oleh karena itu tiodak bereaksi secara rasional ,tetapi emosional ‘kapanpun para politisi dan kepala bank yang terkait telah bekerja sama ,mereka dapat melaksanakan kehendak mereka pada pasar tetapi sampai sekarang regulasi selalumuncul setelah keruntuhan atau apakah benar-benar tak dapat dimengerti bahwa sistem
keuangan dunia global dari tingkat indeks rekor demi tingkat indeks rekor ,dapat runtuh dalam reaksi berantai karena bencana alam atau goncangan politik.
Apa rencana kebijakan global untuk kebijakan ekonomi
Jelas, bahwa rencana ekonomi ,politik dan sosio-politik yang berbeda untuk tatanan
ekonomi masing-masing memiki titik berat tindakan yang berbeda dalm kebijakan
ekonomi.selama beberapa dekade,telah ada pembicaraan terus terang ini dikalangan para
ahli ekonomi ,Di hadapan ekonomi pasar yang telah memantapkan dirinya di seluruh dunia
dengan kecepatan yang luar biasa selama dekade terakhir,maka sangat diperlukan refleksi
yang kritis .jenis ekonomi pasar macam apa yang harus dikembangkan ?itu pertanyaan
setiap orang ingin masuk dalam pembicaran ini harus menyadari bahwa liberalisme
kuno(palaeoliberalisme)awal abad-19 yang mengenal kepentingan individu sebagai kekuatan
pendorong dalam bisnis dan masyarakat ,mengembangkan permainan bebas kekuatan
ekonomi dengan kemungkinan intervensi negara yang minim sebagai perinsip dasarnya .ini
terutama direalisasikan di britannika raya yang kemudian menjadi kekuatan ekonomi utama.
Pembicaran akan kita alihkan pada persoalan’dimana pasar ekonomi pasar akan
direalisasikan ,istilah ‘neoliberal’yang secara umum seperti nya kelihatan jelas ,padahal sebenarnya menyembunyikan dua pendekatan yang sangat berbeda terhadap kebijakan ekonomi .
Pasar bebas dan pembatasan negara
Pendekatan ultraliberal friendmen ,yang dimaksudkan untuk menjamin kemakmuran ,dapat
digambarkan dengan tiga asas yang dijaman kita telah di anut para ahli ekonomi diluar
amerika.
1.Kebebasan (induvidualisme).kebebasan dalam arti tidak adanya paksaan
2.adalah asas tertinggi untuk mengatur kehidupa publik,sebagai dinyatakan
oleh friedmen adalah karya fundamental ,capitas and freedom (1962)
sebagai seorang liberal kita memandang kita memandang kebebasan
individu atau mungkin keluarga sebagaintujuan utama kita dalam menilai
sussunan sosial,rakyat sendiri tau apa yang paling baik bagi mereka harus
lakukan.maka para pelaku ekonomi harus di bolehkan untuk mengejar
kepentingan ekonomi mereka secara bebas apakah mereka melakukan
demikian dengan cara mementingkan diri sendiri atau bermurah hati ,cara
bodoh atau bijaksana .secara normal individu yang mandiri akan bertindak
secara rasional dan berusaha memenuhi kebutuhan kepentingannya,dan
semakin banyak ia melakukan ini ,semikn besar pula motivasi dan inovasinya
karena;
3.Pasar bebas (kapitalisme)Disini para pelaku ekonomi berintraksi dan
pertukaran barang yang semakin tanpa rintangan (dari kepemilikan dan
buruh,produksi industri hingga gerakan modal),semakin baik bagi individu
karena manusia secara normal bertindak rasional dalam mengerjar ke
untungan mereka ,maka tindakan mereka dapat diprediksikan dengan
cukup jika mereka tidak dimanipulasi oleh monopoli.maka semua proses
ekonomim dikendalikan oleh kompetisi ,boleh dikatakan ,dikendalikan
dibalik pungung mereka yang terlibat didalamnya ,yang mensyaratkan
bahwa kompentisi tetap tak terhindari dan secara baik mungkin,
kemakmuran tidak tumbuh secara intervensi negara tetapi dengan
pembagian kerja dan ukuran pasar ,sehingga pertukaran barang dan faktor
produksi secara liberal diarahkan terjadi diseluruh dunia maka tuntunan
selanjutnya:
4.Pembatasan pada negara.intervensi oleh negara pasti akan mengarahkan
pada konsentrasi kekuasaan negara dan lambat laun akan mengarah
kepada kegagalan negara ,sebagaimana sering terlihat kerena kurangnya
informasi dan kontrol (terlalu tidak efektif)maka kebijakan negara yang
dimaksud untuk membawa stabilitas dalam ekonomi justru membawa lagi
pada instabilitas ,bukannya pada stabilitas .solusi yang semakin rasional
adalah untuk memberikan kepemilikan pribadi sebuah kebebasan bertindak
yang sesedikit mungkin di batasi oleh negara.Dan negara ?biarkanlah
negara mengawasi pertahanan nasioanal dan tatanan didalam
negeri,menjamin perlindungan pribadi pada warganya.dan
menciptakankeramgka yang stabil bagi perkembangan ekonomi yang tak
terganggu.pertumbuhan ekonomi yang konstan memungkinkan untik
memenuhi kebutuhan terus-menerus melalui mekanisme ekonomi pasar
dan mengarah tidak hanya pada kebebasan individu tetapi ,dalam jangka
yang lebih panjang ,juga mengarah pada keadilan sosial,sehingga ekses
liberalisme manchester dapat dihindari .
Domestikasi etika oleh ekonomi
Dengan latar belakang gambaran ekonomi neoliberal ,yang bersifat induvidu ,katipitalis,dan anti
negara ini orang dapat memahami bahwa ,ketika berhadapan dengan meningkatnya kegagalan
welfare state terutama di amerika dan inggris.
Tetapi ia memahammi hal ini sebagai kebebasan yang sewenang-wenang ;sebenarnya sebenarnya
kebebasan tak terbatas dan yang lebih kuatmeskinpun dengan mengorbankan yang lebih lemah
‘individu mungkin memiliki akses yang lebih tinggi ,tetapi tak ada asas untuk interaksi di antara
individu-individu selain kebebasan yang seluas mungkin .
Sekarang kita paham mengapa ,bagi para pendukungnya ,ekonomi ultraliberal secara intrinsik
bermoral ,sebagaimana tanpa artribut atau sifat _secara intrsik adalah sosial.ini solusi yang betul –
betul membingungkan untuk masalah etika .tetapi hal ini malah menimbulkan keraguan disisi lain .
Manajemen kinerja
(MK) adalah aktivitas untuk memastikan bahwa sasaran organisasi telah
dicapai secara konsisten dalam cara-cara yang efektif dan juga efisien.
Manajemen kienrja bisa berfokus pada kinerja dari suatu organisasi,
departemen, karyawan, atau bahkan proses untuk menghasilkan produk atau
layanan, dan juga di area yang lain.
Baik di tingkatan organisasi ataupun individu, salah satu fungsi kunci dari manajemen adalah mengukur dan mengelola kinerja. Antara gagasan, tindakan dan hasil terdapat suatu perjalanan yang harus ditempuh. Dan barangkali istilah yang paling sering digunakan di keseharian yang menggambarkan perkembangan dari perjalanan tersebut dan juga hasilnya adalah "kinerja" (Brudan 2010).
Kinerja sendiri adalah suatu hal yang berorientasi ke masa depan, disesuaikan spesifik berdasarkan kondisi khusus dari setiap organisasi/individu dan didasarkan atas suatu model kausal yang menghubungkan antara input dan output (Lebas 1995).
* Stabilitas organisasi yang terkait apakah layanannya bisa secara konsisten dihantarkan dan organisasi bisa terus bertahan.
* Stabilitas finansial yang terkait dengan kemampuan organisasi dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, semisal, kemampuan untuk membayar tagihan-tagihan. Stabilitas finansial seringkali kurang dihiraukan sebagai perihal yang penting dalam pembangun kapasitas.
* Kualitas program (produk dan layanan) yang didasarkan pada indikator dampak, termasuk riset memadai tentang bagaimana program yang efektif serta sistem pengelolaan hasil keluaran.
* Pertumbuhan organisasi yang didasarkan pada kemampuan mendapatkan sumberdaya dan menyediakan lebih banyak layanan. Secara sendiri, pertumbuhan bukanlan suatu indikator kerja.
Pengertian
- Daya upaya
untuk meningkatkan kemampuan dan mendorong karyawan melalui berbagai
cara agar bekerja dengan penuh semangat, efektif, efisien dan produktif,
sesuai dengan proses kerja yang benar agar mencapai hasil kerja yang
optimal
- Kinerja erat hubungannya dengan profesionalitas, karena orang yang professional akan memiliki kinerja yang tinggi.
- Memiliki sistem imbalan kerja yang memuaskan
- Menerapkan sistem jenjang karier yang jelas
- Kompetensi merupakan tolok ukur mutu karyawan
- Kompetensi pendukung (atribut)
- penilaian kinerja merupakan sarana memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerja jabatan
- Kesempatan mengikuti pendidikan lanjutan dengan biaya sendiri
- Pelatihan ke luar negeri
- Peluang menjadi Pengawas Sekolah
- Pemberian honor dari kegiatan/jabatan internal sekolah
- Perlindungan hukum dalam menjalankan tugas sesuai wewenangnya
- Belajar melalui MGMP/MGBS/KKG/di sekolahnya sendiri
Pelaksanaan evaluasi kinerja berdasarkan penyusunan indikator dan
sasaran kinerja, digunakan untuk melakukan evaluasi proyek pada tahap
perencanaan, tahap pelaksanaan, dan yang sudah selesai, tanpa melakukan
penelitian lapangan yang mendalam.
Tujuan pelaksanaan evaluasi kinerja dengan cara ini adalah untuk mendapatkan masukan mengenai perkembangan pelaksanaan proyek, apakah pencapaian tujuan sesuai dengan indikator dan sasaran kinerja yang disepakati dalam perencanaannya.
Dengan cara ini digunakan indikator dan sasaran kinerja yang terdiri dari 5 tingkatan indikator tujuan, yaitu masukan, keluaran, hasil, manfaat, dan dampak. Indikator tersebut dituangkan dalam Kerangka Kerja Logis (KKL) dengan matrik 5 baris 4 kolom.
3.1. Organisasi Pelaksana
Bagan 2.
3.2. Tahapan Pelaksanaan
Pelaksanaan terdiri atas 4 tahapan. yaitu:
Dalam perencanaan penyusunan indikator dan sasaran kinerja dapat ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:
1. Penentuan obyek.
2. Pemahaman terhadap indikator dan sasaran kinerja.
3.2.1.1. Penentuan Obyek
Obyek penyusunan indikator dan sasaran kinerja adalah proyek-proyek pembangunan yang termasuk dalam DIP dan dokumen lain yang disamakan. Setiap proyek pembangunan yang diusulkan harus mencantumkan indikator dan sasaran kinerja secara lengkap.
3.2.1.2. Pemahaman Terhadap Indikator dan Sasaran Kinerja
a. Definisi Indikator dan Sasaran Kinerja
Indikator dan sasaran kinerja adalah ukuran kuantitatif atau kualitatif yang menggambarkan tingkatan tujuan proyek yang telah ditetapkan dan mencakup indikator masukan, keluaran, hasil, manfaat, dan dampak.
Sedangkan definisi masing-masing indikator da sasaran kinerja dapat dilihat pada Bab sebelumnya.
b. Fungsi Indikator dan Sasaran Kinerja
Fungsi Indikator dan sasaran kinerja:
Untuk mendapatkan pemahaman dan pencapaian kesepakatan terhadap indikator dan sasaran kinerja proyek yang disusun, digunakan pendekatan "kerangka kerja logis" sebagaimana telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Pada Bab II dijelaskan bahwa KKL terdiri dari 5 baris dan 4 kolom, penyusunan indikator dan sasaran kinerja merupakan bagian dari KKL kolom 2. Berikut ini akan dijelaskan penyusunan indikator dan sasaran kinerja dalam kolom 2 KKL, dilengkapi dengan kolom-kolom lainnya.
Kolom 1 menunjukkan ringkasan narasi setiap tingkatan proyek secara kualitatif.
Indikator masukan dan kegiatan:
Indikator masukan dan kegiatan:
Menentukan
sumber atau alat untuk mendapatkan data/informasi yang digunakan untuk
membuktikan indikator dan sasaran kinerja mulai dari masukan, keluaran,
hasil, manfaat dan dampak.
a. Data mengenai masukan (seperti besarnya dana dan rincian kegiatan), dapat diperoleh dari Departemen teknis, Kanwil/Dinas, Pemimpin Proyek, Direktorat Jenderal Anggaran-Departemen Keuangan, konsultan, kontraktor, dan instansi terkait.
b. Data mengenai keluaran (apakah kegiatan-kegiatan proyek dapat diselesaikan sesuai rencana), dapat dicari data dan informasinya pada departemen teknis, instansi terkait dan pemerintah daerah dimana proyek tersebut berlokasi.
c. Data dan informasi mengenai berfungsinya/hasil suatu keluaran, dapat diperoleh dari departemen teknis, instansi terkait, penerima manfaat, pemerintah daerah, dan masyarakat di sekitar lokasi proyek.
d. Data dan informasi mengenai manfaat dapat ditanyakan pada penerima manfaat, Bappeda/Kanwil/Dinas, instansi terkait dan masyarakat sekitar lokasi proyek.
e. Data dan informasi untuk dampak dapat ditanyakan dan diteliti di lapangan untuk setiap tingkatan indikator kinerja yang akan diukur seperti departemen teknis, penerima manfaat, Kanwil, Dinas, Bappeda, Kantor statistik setempat, dan instansi terkait.
3.2.3. Pelaksanaan Evaluasi Kinerja dengan Penyusunan Indikator dan Sasaran Kinerja
Penilaian kinerja proyek pembangunan dilakukan dengan membandingkan informasi indikator kinerja dan sasaran kinerja yang dicapai pada saat pelaksanaan proyek dengan indikator dan sasaran kinerja yang telah ditetapkan dan disepakati.
Melalui pemantauan indikator sasaran kinerja tersebut harus dapat diketahui dengan cepat keadaan yang terjadi pada saat pelaksanaan proyek, sehingga dapat dilakukan tindakan-tindakan koreksi apabila diperlukan.
Mekanisme pelaksanaan evaluasi kinerja dengan penyusunan indikator dan sasaran kinerja dapat dilihat secara rinci pada Tabel 3.
3.2.4. Pelaporan Hasil Evaluasi Kinerja
Pelaporan hasil evaluasi kinerja dengan penyusunan indikator dan sasaran kinerja didasarkan pada keputusan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Ketua Bappenas Nomor: KEP.120/KET/7/1994 tentang Sistem Pemantauan dan Pelaporan Pelaksanaan Proyek Pembangunan. Laporan ini hanya menyajikan tentang indikator dan sasaran kinerja masukan dan keluaran, sedangkan untuk indikator hasil, manfaat dan dampak akan diperoleh informasi yang mendalam setelah proyek selesai dan bila dipandang perlu dapat dilakukan studi evaluasi kinerja. Kriteria dan tahap-tahap pelaksanaan studi evaluasi kinerja akan diuraikan pada bab selanjutnya.
GLOBALISASI__ REVOLUSI STRUKTURAL DALAM EKONOMI DUNIA
Globalisasi ekonomi adalah proses penciptaan pasar dan produk diberbagai negara menjadi terus-menerus bergantung satu sama lain sebagai akibat dari dinamika perdangangan barang dan jasa,gerakan kapital dan teknogi .globalisasi ekonomi selalu mengiringi dengan globalisasi teknologi .tetapi pernyataan kita adalah: bagaimana kita menilai proses integrasi ekonomi dan teknilogi yang terus-menerus di bumi ini.yang berjangkauan luas dan cepat,bukan dari perspektif ekonomi tentang strategi pemasaran,posisi serikat buruh atau kepentingan nasional,teteapi dari seluruh perspektif masyarakat dan akhirnya dari perspektif teknologi ?
Ketakterhindaran globalisasi
globalisa bukanlah konpirasi antara amerika,jepang atau beberapa kekuatan lainnya.tetapi lebih sebagai hasil perkembangan ekonomi dan teknologi ekonomi modern,sebagai hasil dari penemuan cara baru berdangan di abad ke- 16 pembagian kerja telah dimulai pada zaman industrialisasi abad ke ke-18.tetapi globalisasiekonomidan perdangangan baru dimulai di eropa pada abad ke-19.pada suatu sisi, melalui liberalisasi perdangangan luar negeri bisa dilakukan dengan asas yang menguntungkan negara bangsa (perjanjian cobden inggris-prancis tahun 1860) dan standar emas (sehingga memungkin peraturan moner dan kebijakan keuangan yang seragam )dan disisi lain melalui percepatan ekspor luar biasa melalui kapal uap,kereta api dan telegraf, setelah fase transisi isolasi negara-bangsa akibat perang dunia pertama,globalisasi semakin mapan dalam sistem ekonomi dunia.sistem ini semakin luas secara polisentris lewat transportasi udara,telepon,dan sistekeuangan
modern.setelah terhambat oleh perang dunia ke dua,globalisasi mencapai puncaknya sesaat sebelum pergnatian melenium.
Globalisasi tak dapat diramalkan
Kita mungkin berlebihan dalam memprediksi statistik ekonomi .tetapi saat ini ia tidak dapatlagi di prediksikan dengan tepat,terutama tentang hal-hal yang mungkin ditimbul globalisasi,yang tidak hanya pengaruh utama yang di kehendaki tetapi juga efek samping yang di kehendaki.semakin jauh jarak sebuah ramalan ,semakin beriko ramalan itu .
ramalan yang berkondisi –onal,ramalan ekonomi yang berjangka panjang tentu ‘lebih tepat dibandingkan ramalan cuaca kondisional yang berjangka lebih panjang (jika para ekonomi mau memaafkan saya,karena saya telah melakukan perbandingan yang berani),tetapi ramalan itu bergantung pada stabilitas kondisi sosial yang merupakan kerangkanya dan padaseluruh situasi politik.para ekonom mengatakan pada kita bahwa ekonomi adalah
sebuah proses yang terbuka kegiatan bisnis adalah hasil dari tindakan manusia yang
konstan dan bukan sekedar rencana manusia .
Maka,kita hampir tidak dapat mengeluarkan sepenuhnya kemungkinan bahwa teori ‘ chaos’ memiliki sesuatu untuk dikatakan kepada para ekonom .hal ini telah di tunjukkan oleh ahli metereologi dimana gangguan kecil terhadap sistem,yang mula-mula hampir tak dapat
dilihat,lambat laun mengakibatkan perubahan yang dramatis.salah satu contohnya adalah krisis keuangan dramatis di mexiko pada bulan januari 1995,yang sepenuhnya tak terduga kecuali oleh para pengamat kebijakan mata uang dunia yang kritis.ini dengan mudah telah membawa pada kerisis sistem keuangan dunia secara menyeluruh
Globalisasi dapat dikontrol
Globalisasi bukan fenomena alam sepeti gelombang cuaca yang mendekat,dimana salah
satu pihak merasa tak berdaya.dan karena ‘tangan Tuhan yang tak tampak’pun tak pernah menghilangkan kegagalan manusia,maka kita dapat melihat dengan skeptisisme atas dogma ekonomi ‘tangan kompetisi yang tak tampak ‘ yang masih meluas,yang di anggap akan menghilangkan krisis dunia .bagaimanapun ,para ekonom yang kritis akan setuju bahwa pasar dapat gagal sebagai instumen regulasi ,sehingga ada kebutuhan akan politik dan
aturan yang di timbulkan .
Tentu pemerintah nasional,bank nasional dan komunitas ekonomi seperti komonitas eropa
masih memiliki ruang yang besar untuk melakukan manuver .tetapi jika para spekulan mata
uang internasional yang paling terkenal sekalipun ,yakni george sosros,sekarang menyeruh
kan regulasi pasar intrernasional untuk merintangi spekulasi yang berlebihan yang
mendorong ratusan milyar dollar kesana –kemari dalam sehari ,maka para ekonom juga
harus membuat proposal yang praktis tentang arah dan kontrol pasar yang dikuasai oleh ketamakan dan ketakutan ,dan oleh karena itu tiodak bereaksi secara rasional ,tetapi emosional ‘kapanpun para politisi dan kepala bank yang terkait telah bekerja sama ,mereka dapat melaksanakan kehendak mereka pada pasar tetapi sampai sekarang regulasi selalumuncul setelah keruntuhan atau apakah benar-benar tak dapat dimengerti bahwa sistem
keuangan dunia global dari tingkat indeks rekor demi tingkat indeks rekor ,dapat runtuh dalam reaksi berantai karena bencana alam atau goncangan politik.
Apa rencana kebijakan global untuk kebijakan ekonomi
Jelas, bahwa rencana ekonomi ,politik dan sosio-politik yang berbeda untuk tatanan
ekonomi masing-masing memiki titik berat tindakan yang berbeda dalm kebijakan
ekonomi.selama beberapa dekade,telah ada pembicaraan terus terang ini dikalangan para
ahli ekonomi ,Di hadapan ekonomi pasar yang telah memantapkan dirinya di seluruh dunia
dengan kecepatan yang luar biasa selama dekade terakhir,maka sangat diperlukan refleksi
yang kritis .jenis ekonomi pasar macam apa yang harus dikembangkan ?itu pertanyaan
setiap orang ingin masuk dalam pembicaran ini harus menyadari bahwa liberalisme
kuno(palaeoliberalisme)awal abad-19 yang mengenal kepentingan individu sebagai kekuatan
pendorong dalam bisnis dan masyarakat ,mengembangkan permainan bebas kekuatan
ekonomi dengan kemungkinan intervensi negara yang minim sebagai perinsip dasarnya .ini
terutama direalisasikan di britannika raya yang kemudian menjadi kekuatan ekonomi utama.
Pembicaran akan kita alihkan pada persoalan’dimana pasar ekonomi pasar akan
direalisasikan ,istilah ‘neoliberal’yang secara umum seperti nya kelihatan jelas ,padahal sebenarnya menyembunyikan dua pendekatan yang sangat berbeda terhadap kebijakan ekonomi .
Pasar bebas dan pembatasan negara
Pendekatan ultraliberal friendmen ,yang dimaksudkan untuk menjamin kemakmuran ,dapat
digambarkan dengan tiga asas yang dijaman kita telah di anut para ahli ekonomi diluar
amerika.
1.Kebebasan (induvidualisme).kebebasan dalam arti tidak adanya paksaan
2.adalah asas tertinggi untuk mengatur kehidupa publik,sebagai dinyatakan
oleh friedmen adalah karya fundamental ,capitas and freedom (1962)
sebagai seorang liberal kita memandang kita memandang kebebasan
individu atau mungkin keluarga sebagaintujuan utama kita dalam menilai
sussunan sosial,rakyat sendiri tau apa yang paling baik bagi mereka harus
lakukan.maka para pelaku ekonomi harus di bolehkan untuk mengejar
kepentingan ekonomi mereka secara bebas apakah mereka melakukan
demikian dengan cara mementingkan diri sendiri atau bermurah hati ,cara
bodoh atau bijaksana .secara normal individu yang mandiri akan bertindak
secara rasional dan berusaha memenuhi kebutuhan kepentingannya,dan
semakin banyak ia melakukan ini ,semikn besar pula motivasi dan inovasinya
karena;
3.Pasar bebas (kapitalisme)Disini para pelaku ekonomi berintraksi dan
pertukaran barang yang semakin tanpa rintangan (dari kepemilikan dan
buruh,produksi industri hingga gerakan modal),semakin baik bagi individu
karena manusia secara normal bertindak rasional dalam mengerjar ke
untungan mereka ,maka tindakan mereka dapat diprediksikan dengan
cukup jika mereka tidak dimanipulasi oleh monopoli.maka semua proses
ekonomim dikendalikan oleh kompetisi ,boleh dikatakan ,dikendalikan
dibalik pungung mereka yang terlibat didalamnya ,yang mensyaratkan
bahwa kompentisi tetap tak terhindari dan secara baik mungkin,
kemakmuran tidak tumbuh secara intervensi negara tetapi dengan
pembagian kerja dan ukuran pasar ,sehingga pertukaran barang dan faktor
produksi secara liberal diarahkan terjadi diseluruh dunia maka tuntunan
selanjutnya:
4.Pembatasan pada negara.intervensi oleh negara pasti akan mengarahkan
pada konsentrasi kekuasaan negara dan lambat laun akan mengarah
kepada kegagalan negara ,sebagaimana sering terlihat kerena kurangnya
informasi dan kontrol (terlalu tidak efektif)maka kebijakan negara yang
dimaksud untuk membawa stabilitas dalam ekonomi justru membawa lagi
pada instabilitas ,bukannya pada stabilitas .solusi yang semakin rasional
adalah untuk memberikan kepemilikan pribadi sebuah kebebasan bertindak
yang sesedikit mungkin di batasi oleh negara.Dan negara ?biarkanlah
negara mengawasi pertahanan nasioanal dan tatanan didalam
negeri,menjamin perlindungan pribadi pada warganya.dan
menciptakankeramgka yang stabil bagi perkembangan ekonomi yang tak
terganggu.pertumbuhan ekonomi yang konstan memungkinkan untik
memenuhi kebutuhan terus-menerus melalui mekanisme ekonomi pasar
dan mengarah tidak hanya pada kebebasan individu tetapi ,dalam jangka
yang lebih panjang ,juga mengarah pada keadilan sosial,sehingga ekses
liberalisme manchester dapat dihindari .
Domestikasi etika oleh ekonomi
Dengan latar belakang gambaran ekonomi neoliberal ,yang bersifat induvidu ,katipitalis,dan anti
negara ini orang dapat memahami bahwa ,ketika berhadapan dengan meningkatnya kegagalan
welfare state terutama di amerika dan inggris.
Tetapi ia memahammi hal ini sebagai kebebasan yang sewenang-wenang ;sebenarnya sebenarnya
kebebasan tak terbatas dan yang lebih kuatmeskinpun dengan mengorbankan yang lebih lemah
‘individu mungkin memiliki akses yang lebih tinggi ,tetapi tak ada asas untuk interaksi di antara
individu-individu selain kebebasan yang seluas mungkin .
Sekarang kita paham mengapa ,bagi para pendukungnya ,ekonomi ultraliberal secara intrinsik
bermoral ,sebagaimana tanpa artribut atau sifat _secara intrsik adalah sosial.ini solusi yang betul –
betul membingungkan untuk masalah etika .tetapi hal ini malah menimbulkan keraguan disisi lain .
Manajemen kinerja
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Baik di tingkatan organisasi ataupun individu, salah satu fungsi kunci dari manajemen adalah mengukur dan mengelola kinerja. Antara gagasan, tindakan dan hasil terdapat suatu perjalanan yang harus ditempuh. Dan barangkali istilah yang paling sering digunakan di keseharian yang menggambarkan perkembangan dari perjalanan tersebut dan juga hasilnya adalah "kinerja" (Brudan 2010).
Kinerja sendiri adalah suatu hal yang berorientasi ke masa depan, disesuaikan spesifik berdasarkan kondisi khusus dari setiap organisasi/individu dan didasarkan atas suatu model kausal yang menghubungkan antara input dan output (Lebas 1995).
Karakteristik Prioritas Kinerja
Makna dan isi dari istilah kinerja secara komprehensif didiskusikan oleh Folan et al (2007), yang menegaskan tiga prioritas dari kinerja:- Pertama, kinerja butuh dianalisa berdasarkan setiap entitas di dalam lingkup lingkungan di mana dia beroperasi. Sebagai contoh kinerja suatu perusahaan harusnya dianalisis di lingkup target pasar di mana dia beroperasi dan bukannya yang tidak relevan dengan wilayah operasinya.
- Kedua, kinerja selalu terkait dengan satu atau lebih tujuan organisasi yang ditentukan oleh organisasi yang mana kinerjanya dianalisa. Oleh karenanya, suatu organisasi mengevaluasi kinerjanya berdasarkan pada tujuan dan target yang ditentukan dan diterima secara internal dan bukannya atas target yang digunakan oleh entitas di luar dirinya.
- Ketiga, kinerja disaring menjadi karakteristik yang relevan dan bisa dikenali.
Aspek Kinerja
Blumenthal (2003) menyatakan bahwa peningkatan kinerja bisa merupakan hasil perbaikan dari salah satu atau lebih aspek berikut ini:* Stabilitas organisasi yang terkait apakah layanannya bisa secara konsisten dihantarkan dan organisasi bisa terus bertahan.
* Stabilitas finansial yang terkait dengan kemampuan organisasi dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, semisal, kemampuan untuk membayar tagihan-tagihan. Stabilitas finansial seringkali kurang dihiraukan sebagai perihal yang penting dalam pembangun kapasitas.
* Kualitas program (produk dan layanan) yang didasarkan pada indikator dampak, termasuk riset memadai tentang bagaimana program yang efektif serta sistem pengelolaan hasil keluaran.
* Pertumbuhan organisasi yang didasarkan pada kemampuan mendapatkan sumberdaya dan menyediakan lebih banyak layanan. Secara sendiri, pertumbuhan bukanlan suatu indikator kerja.
MANAJEMEN KINERJA
Pengertian
Kinerja :
- Terjemahan dari bahasa Inggris Performance
- Tampilan berupa proses dan hasil kerja yang dapat diamati dan diukur
- Kemampuan yang diwujudkan dalam bentuk proses dan hasil kerja oleh karyawan
Manajemen :
- Adopsi dari bahasa Inggris management yang berarti pengelolaan
- Daya upaya untuk menggunakan sumber daya secara efektif, efisien dan produktif untuk mencapai tujuan organisasi melalui proses perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian
Manajemen Kinerja :
- Daya upaya
untuk meningkatkan kemampuan dan mendorong karyawan melalui berbagai
cara agar bekerja dengan penuh semangat, efektif, efisien dan produktif,
sesuai dengan proses kerja yang benar agar mencapai hasil kerja yang
optimal
Tujuan Manajemen Kinerja :
- Untuk meningkatkan kemampuan dan mendorong karyawan agar bekerja dengan penuh semangat, efektif, efisien dan produktif serta sesuai dengan proses kerja yang benar sehingga diperoleh hasil kerja yang optimal
Alasan dibutuhkannya manajemen kinerja :
- Setiap karyawan ingin memiliki penghasilan yang tinggi
- Setiap karyawan ingiin memiliki keahlian sesuai bidangnya
- Setiap karyawan ingin berkembang karirnya
- Kewajiban bagi pimpinan untuk meningkatkan penghasilan karyawan
- Kewajiban bagi pimpinan untuk meningkatkan kinerja karyawan
- Setiap karyawan ingin mendapatkan perlakuan adil atas hasil kerjanya
- Bagi yang berprestasi berhak memperoleh penghargaan dan bagi yang melanggar aturan wajib diberi sangsi
- Setiap institusi ingin bekerja secara efektif, efisien dan produktif
- Berakibat positif atau negatif tergantung dari kebijakan institusinya
- Positif bila institusi memiliki niat untuk mengembangkan SDM
- Negatif bila institusi tidak memiliki niat mengembangkan SDM
Issue-issue alasan peningkatan kinerja karyawan :
- Mutu karyawan masih rendah, dilihat dari kemampuan yang dimiliki sebagai akibat dari rendahnya tingkat pendidikan, rendahnya kesempatan mengikuti pelatihan dan rendahnya etos kerja
- Mutu produk/pelayanan/ hasil kerja masih rendah
Tujuan peningkatan kinerja karyawan :
- Untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang menginginkan hasil kerja yang bermutu
- Untuk meningkatkan kemampuan sistem perusahaan agar efektif, efisien dan bermutu
- Untuk membantu karyawan dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja maupun kepribadiannya
Karyawan :
- Tenaga kerja yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak oleh institusi untuk merencanakan dan melaksanakan pekerjaan sesuai bidangnya
Karyawan sebagai investasi :
- Karyawan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya mensyaratkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang keahliannya.
- Tugas utama karyawan meliputi pelaksanaan tugas secara konsisten dan selalu mengembangkan pengetahuan untuk meningkatkan mutu kerjanya.
Keterkaitan kinerja dan profesionalitas :
- Kinerja erat hubungannya dengan profesionalitas, karena orang yang professional akan memiliki kinerja yang tinggi.
Profesional :
- Orang yang menyandang suatu profesi
- Orang yang memiliki kinerja atau performance tinggi dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya
Tampilan profesional :
- Menampilkan kemampuannya dalam bentuk perbuatan (performance), bukan sekedar kata-kata
- Bekerja atas dasar tugas, wewenang, dan tanggung jawab profesi untuk kepentingan dan kepuasan pelanggan
- Memiliki komitmen sebagai anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya
- Terus menerus mengembangkan strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan sesuai profesinya itu
Karakteristik profesional seorang karyawan :
- Memiliki kompetensi sesuai bidang/materi pembelajaran
- Memiliki kompetensi kekaryawanan dan kependidikan
- Memiliki kapasitas untuk bekerja secara mandiri
- Mementingkan orang lain
- Memiliki kode etik, sanksi dan tanggungjawab profesi
- Memiliki sistem imbalan kerja yang memuaskan
Prinsip dasar meningkatkan kinerja :
- Membangkitkan motivasi dan etos kerja untuk bekerja secara professional
- Meningkatkan kompetensi kerja (akademik/vokasional) melalui pendidikan, pelatihan, kelompok kerja, belajar sendiri
- Meningkatkan kompetensi sosial dan personal melalui pendidikan, pelatihan, kelompok kerja, belajar sendiri
- Menerapkan sistem "reward & punishment"
- Menerapkan sistem imbalan yang memuaskan
- Menerapkan sistem jenjang karier yang jelas
Mengapa harus membangkitkan motivasi dan etos kerja?
- Apapun treatment yang diberikan bila tidak ada motivasi atau keinginan dari dalam diri sendiri maka tidak akan berhasil
- Motivasi dan etos kerja merupakan sumber kekuatan yang sangat besar meskipun tidak nampak
Mengapa harus meningkatkan kompetensi karyawan :
- Kompetensi merupakan "sarana atau alat" bagi karyawan untuk melaksanakan tugasnya
- Kompetensi merupakan "barang jualan" karyawan yang "dijual" kepada "pelanggan", dan stake holder
- Kompetensi merupakan tolok ukur mutu karyawan
Standar kompetensi karyawan :
- Kompetensi teknis
- Kompetensi manajerial
- Kompetensi pendukung (atribut)
Peningkatan kinerja melalui penilaian kinerja :
- penilaian kinerja merupakan sarana untuk mengetahui/memetakan kompetensi yang dimiliki oleh karyawan
- penilaian kinerja dilakukan sebagai dasar pembinaan kinerja karyawan
- penilaian kinerja merupakan sarana memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerja jabatan
Peningkatan kinerja melalui upaya peningkatan pendidikan :
- Persyaratan jenjang pendidikan minimal bagi karyawan harus meningkat (minimal D2 untuk SD, D3 untuk SMP dan S1 untuk SMA)
- Kesempatan mengikuti pendidikan lanjutan dengan biaya pemerintah
- Kesempatan mengikuti pendidikan lanjutan dengan biaya sendiri
Peningkatan kinerja melalui pelatihan :
- Pelatihan berjenjang pada Balai Diklat, LPMP dan PPPG
- Pelatihan yang diselenggarakan perguruan tinggi, LSM, industri dll
- Pelatihan ke luar negeri
Peningkatan kinerja melalui peningkatan karir :
- Sistem jabatan fungsional dengan kenaikan berdasarkan angka kredit yang dicapai
- Peluang menjadi Kepala Sekolah bagi karyawan yang berprestasi dan memiliki kemampuan manajerial
- Peluang menjadi Pengawas Sekolah
Peningkatan kinerja melalui peningkatan penghasilan :
- Sistem pemberian tunjangan fungsional
- Pemberian honor kelebihan jam mengajar
- Pemberian honor dari kegiatan/jabatan internal sekolah
Peningkatan kinerja melalui penghargaan dan perlindungan :
- Undang-undang karyawan
- Peraturan pemerintah tentang pendidik dan Tenaga Kependidikan
- Penghargaan bagi karyawan berprestasi
- Perlindungan hukum dalam menjalankan tugas sesuai wewenangnya
Peningkatan kinerja melalui belajar kelompok :
- Karyawan harus memiliki motivasi belajar
- Karyawan tidak merasa malu belajar kepada temannya/kelompoknya sendiri
- Belajar melalui MGMP/MGBS/KKG/di sekolahnya sendiri
Peningkatan kinerja melalui belajar mandiri :
- karyawan harus memiliki motivasi belajar/tidak malas belajar sendiri
- karyawan harus rajin mencari sumber belajar (buku, modul, majalah, koran, internet)
- karyawan merasa belajar adalah suatu kebutuhan
MEKANISME PELAKSANAAN EVALUASI KINERJA
DENGAN PENYUSUNAN INDIKATOR DAN SASARAN KINERJA
Pelaksanaan evaluasi kinerja berdasarkan penyusunan indikator dan
sasaran kinerja, digunakan untuk melakukan evaluasi proyek pada tahap
perencanaan, tahap pelaksanaan, dan yang sudah selesai, tanpa melakukan
penelitian lapangan yang mendalam.Tujuan pelaksanaan evaluasi kinerja dengan cara ini adalah untuk mendapatkan masukan mengenai perkembangan pelaksanaan proyek, apakah pencapaian tujuan sesuai dengan indikator dan sasaran kinerja yang disepakati dalam perencanaannya.
Dengan cara ini digunakan indikator dan sasaran kinerja yang terdiri dari 5 tingkatan indikator tujuan, yaitu masukan, keluaran, hasil, manfaat, dan dampak. Indikator tersebut dituangkan dalam Kerangka Kerja Logis (KKL) dengan matrik 5 baris 4 kolom.
3.1. Organisasi Pelaksana
- Wewenang dan tanggungjawab pelaksanaan penyusunan indikator dan sasaran kinerja proyek pembangunan di tingkat departemen/lembaga dapat dilakukan dan dikoordinasikan oleh unit kerja yang sudah ada seperti Biro Perencanaan yang berada di bawah pejabat setingkat eselon I dan memiliki akses langsung kepada pimpinan seperti Sekretaris Jenderal atau pejabat yang setara.
- Sedangkan pelaksanaan penyusunan indikator dan sasaran kinerja di daerah dikoordinasikan oleh Bappeda Propinsi.
- Bappenas (Tim Pengarah dan Biro Sektor) bertanggungjawab terhadap kesepakatan indikator dan sasaran kinerja yang telah disusun oleh departemen/ lembaga dan daerah.
Bagan 2.
3.2. Tahapan Pelaksanaan
Pelaksanaan terdiri atas 4 tahapan. yaitu:
- Perencanaan.
- Penyusunan indikator dan sasaran kinerja.
- Pelaksanaan evaluasi kinerja.
- Pelaporan hasil evaluasi kinerja.
Dalam perencanaan penyusunan indikator dan sasaran kinerja dapat ditempuh langkah-langkah sebagai berikut:
1. Penentuan obyek.
2. Pemahaman terhadap indikator dan sasaran kinerja.
3.2.1.1. Penentuan Obyek
Obyek penyusunan indikator dan sasaran kinerja adalah proyek-proyek pembangunan yang termasuk dalam DIP dan dokumen lain yang disamakan. Setiap proyek pembangunan yang diusulkan harus mencantumkan indikator dan sasaran kinerja secara lengkap.
3.2.1.2. Pemahaman Terhadap Indikator dan Sasaran Kinerja
a. Definisi Indikator dan Sasaran Kinerja
Indikator dan sasaran kinerja adalah ukuran kuantitatif atau kualitatif yang menggambarkan tingkatan tujuan proyek yang telah ditetapkan dan mencakup indikator masukan, keluaran, hasil, manfaat, dan dampak.
Sedangkan definisi masing-masing indikator da sasaran kinerja dapat dilihat pada Bab sebelumnya.
b. Fungsi Indikator dan Sasaran Kinerja
Fungsi Indikator dan sasaran kinerja:
- Memperjelas tentang, apa, berapa dan kapan suatu proyek dilaksanakan.
- Menciptakan konsensus untuk menghindari kesalahan interpretasi dan diskusi selama pelaksanaan kegiatan.
- Membangun dasar bagi monitoring dan evaluasi.
- Spesifik dan jelas; sehingga tidak ada kemungkinan kesalahan interpretasi.
- Dapat diukur secara obyektif; yaitu 2 orang atau lebih yang mengukur indikator dan sasaran kinerja mempunyai kesimpulan yang sama.
- Relevan; indikator dan sasaran kinerja harus menangani aspek-aspek obyektif yang relevan.
- Penting; indikator dan sasaran kinerja harus berguna untuk menunjuk keberhasilan operasional, keluaran, hasil, manfaat dan dampak.
- Sensitif terhadap perubahan; indikator dan sasaran kinerja harus cukup fleksibel dan sensitif terhadap perubahan/penyesuaian pelaksanaan dan hasil program.
- Terukur; baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
- Efektif; indikator dan sasaran kinerja yang digunakan dapat dikumpulkan, diolah dan dianalisis datanya dengan biaya yang tersedia.
Untuk mendapatkan pemahaman dan pencapaian kesepakatan terhadap indikator dan sasaran kinerja proyek yang disusun, digunakan pendekatan "kerangka kerja logis" sebagaimana telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Pada Bab II dijelaskan bahwa KKL terdiri dari 5 baris dan 4 kolom, penyusunan indikator dan sasaran kinerja merupakan bagian dari KKL kolom 2. Berikut ini akan dijelaskan penyusunan indikator dan sasaran kinerja dalam kolom 2 KKL, dilengkapi dengan kolom-kolom lainnya.
|
KOLOM 1 : |
Ringkasan Narasi (Narrative Summary) dan indikator kinerja secara kualitatif. |
Indikator masukan dan kegiatan:
- Sebutkan rincian kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pelaksana proyek.
- Sebutkan jumlah dana dan jenis masukan yang akan digunakan dalam kegiatan.
- Tentukan hasil spesifik yang diharapkan dalam pelaksanaan kegiatan yang dirinci pada baris 1: yaitu mengolah masukan menjadi keluaran.
- Uraikan dengan singkat motivasi atau latar belakang proyek memproduksi keluaran.
- Bila keluaran sudah diproduksi, fungsi langsung apa yang diharapkan dari keluaran.
- Sebutkan harapan yang ingin dicapai bila keluaran dapat diselesaikan dan berfungsi seperti diuraikan dalam indikator hasil.
- Jelaskan dasar pemikiran, latar belakang dan alasan diproduksinya keluaran untuk tujuan yang paling tinggi, sasaran sektoral, daerah atau nasional.
|
KOLOM 2 : |
INDIKATOR DAN SASARAN KINERJA. |
- Cantumkan jumlah dana dalam nilai uang untuk setiap jenis masukan.
- Tentukan unit kegiatan (investasi) yang dilakukan dalam satu ruang lingkup proyek yang rinci.
- Identifikasi jumlah sumberdaya manusia yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan proyek.
- Tentukan jangka waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan penyelesaian proyek.
- Tentukan hasil langsung dari pengolahan masukan/pelaksanaan kegiatan.
- Tentukan jenis dan jumlah keluaran fisik dalam satuan fisiknya seperti ton semen, hektar tanah, ton pupuk, jumlah orang yang dilatih, dan lainnya.
- Tentukan ukuran kuantitatif yang menunjukkan fungsi langsung keluaran setelah proyek selesai, seperti jumlah anak sekolah yang dapat ditampung.
- Tentukan ukuran yang menunjukkan manfaat keluaran setelah setelah berfungsi dengan baik, seperti peningkatan angka partisipasi anak sekolah.
- Identifikasi pengaruh positif dan negatif pada setiap tingkatan indikator berdasarkan asumsi yang telah ditetapkan.
- Sebutkan sasaran yang paling jauh, tingkatan tujuan tertinggi dari proyek.
- Cantumkan sasaran sektoral, daerah, atau nasional. Misalnya peningkatan penerimaan devisa negara dari sektor pertanian melalui proyek perkebunan. Bila keluaran proyek perkebunan dapat berfungsi meningkatkan produktivitas tanah dan tanaman maka selanjutnya dapat meningkatkan ekspor, memenuhi permintaan dalam dan luar negeri (manfaat).
|
KOLOM 3 : |
CARA/ ALAT MENJELASKAN/ MEMBUKTIKAN INDIKATOR PADA KOLOM 1 DAN 2 (MEANS OF VERIFICATION). |
a. Data mengenai masukan (seperti besarnya dana dan rincian kegiatan), dapat diperoleh dari Departemen teknis, Kanwil/Dinas, Pemimpin Proyek, Direktorat Jenderal Anggaran-Departemen Keuangan, konsultan, kontraktor, dan instansi terkait.
b. Data mengenai keluaran (apakah kegiatan-kegiatan proyek dapat diselesaikan sesuai rencana), dapat dicari data dan informasinya pada departemen teknis, instansi terkait dan pemerintah daerah dimana proyek tersebut berlokasi.
c. Data dan informasi mengenai berfungsinya/hasil suatu keluaran, dapat diperoleh dari departemen teknis, instansi terkait, penerima manfaat, pemerintah daerah, dan masyarakat di sekitar lokasi proyek.
d. Data dan informasi mengenai manfaat dapat ditanyakan pada penerima manfaat, Bappeda/Kanwil/Dinas, instansi terkait dan masyarakat sekitar lokasi proyek.
e. Data dan informasi untuk dampak dapat ditanyakan dan diteliti di lapangan untuk setiap tingkatan indikator kinerja yang akan diukur seperti departemen teknis, penerima manfaat, Kanwil, Dinas, Bappeda, Kantor statistik setempat, dan instansi terkait.
|
KOLOM 4 : |
ASUMSI-ASUMSI TERPENTING (IMPORTANT ASSUMPTIONS) |
- Yaitu faktor-faktor eksternal, atau hal-hal di luar kontrol pengelola proyek, yang perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi keberhasilan proyek yang dinilai dari pencapaian indikator-indikator kinerja di setiap tingkatan pada kolom 1 dan 2.
- Hal-hal yang biasanya terjadi dan mempengaruhii pencapaian indikator. Misalnya birokrasi yang rumit, kebijakan pemerintah yang sering berubah, komitmen pemerintah yang tidak dapat dipenuhi sehingga menyebabkan tertundanya proyek, tidak tercapainya indikator secara optimal, krisis ekonomi, bencana, dan lainnya.
- Hal-hal negatif yang mungkin timbul sebagai dampak proyek di setiap tingkatan tujuan dan dapat mempengaruhi keberhasilan proyek, tetapi di luar kemampuan pelaksana proyek untuk mempengaruhinya.
- Faktor-faktor ini biasanya dapat diidentifikasikan atau tercakup dalam semua aspek-aspek proyek: aspek teknis, organisasi, lingkungan, keuangan dan ekonomi.
3.2.3. Pelaksanaan Evaluasi Kinerja dengan Penyusunan Indikator dan Sasaran Kinerja
Penilaian kinerja proyek pembangunan dilakukan dengan membandingkan informasi indikator kinerja dan sasaran kinerja yang dicapai pada saat pelaksanaan proyek dengan indikator dan sasaran kinerja yang telah ditetapkan dan disepakati.
Melalui pemantauan indikator sasaran kinerja tersebut harus dapat diketahui dengan cepat keadaan yang terjadi pada saat pelaksanaan proyek, sehingga dapat dilakukan tindakan-tindakan koreksi apabila diperlukan.
Mekanisme pelaksanaan evaluasi kinerja dengan penyusunan indikator dan sasaran kinerja dapat dilihat secara rinci pada Tabel 3.
3.2.4. Pelaporan Hasil Evaluasi Kinerja
Pelaporan hasil evaluasi kinerja dengan penyusunan indikator dan sasaran kinerja didasarkan pada keputusan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Ketua Bappenas Nomor: KEP.120/KET/7/1994 tentang Sistem Pemantauan dan Pelaporan Pelaksanaan Proyek Pembangunan. Laporan ini hanya menyajikan tentang indikator dan sasaran kinerja masukan dan keluaran, sedangkan untuk indikator hasil, manfaat dan dampak akan diperoleh informasi yang mendalam setelah proyek selesai dan bila dipandang perlu dapat dilakukan studi evaluasi kinerja. Kriteria dan tahap-tahap pelaksanaan studi evaluasi kinerja akan diuraikan pada bab selanjutnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar